Pelopori Gerakan Banjarnegara Sejahtera

GERAKAN sosial untuk mewujudkan Banjarnegara Sejahtera 2030, kini gencar dilakukan oleh sejumlah kalangan dan komunitas. Salah satu pencetusnya, Kartono (30), warga Desa Salamerta, Kecamatan Mandiraja. Gerakan ini sendiri murni sosial dan gerakan bersama-sama dari masyarakat tanpa embel-embel apapun.

Kartono yang mempunyai dua perusahaan pengolahan limbah industri di Jakarta ini mengatakan, gerakan ini merupakan mimpi masyarakat desa di Banjarnegara yang mendambakan kesejahteraan di desanya. ”Kemandirian dan kewirausahaan menjadi dua hal utama pada gerakan sosial ini.

Dan saat ini kami sudah mulai melangkah bersama rekanrekan dari berbagai komunitas,” ujar dia. Lebih jauh dijelaskannya, ada lima hal yang didorong pada gerakan sosial Banjarnegara sejahtera ini. Masing-masing usaha mikro kecil dan menengah, pariwisata, agrobisnis, industri kreatif, dan sumber daya mineral.

Kelima hal tersebut, menurutnya, bila dikembangkan dengan maksimal, masyarakat desa akan sejahtera dan tidak perlu lagi merantau keluar kota. Bersama dengan komunitasnya, Kartono yang hobi membaca ini sudah melakukan sejumlah upaya.

Di antaranya dengan pendampingan pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang ada di sejumlah wilayah. Termasuk pula mendorong tumbuhnya jumlah wirausahawan baru melalui berbagai pendekatan.

Salah satunya sasarannya yakni kalangan pelajar dan generasi muda. Karena dengan semakin banyaknya jumlah wirausahawan di Banjarnegara, tentu akan mendongkrak laju perekenomian dan kesejahteraan masyarakat. ”Salah satunya tentu jumlah pengangguran di desa yang berkurang.

Sehingga kami mendorong untuk itu,” lanjut pendiri Banjarnegara Business Community ini.Ia yang juga aktif mendampingi karang taruna di sejumlah desa ini juga berobsesi untuk meningkatkan keberadaan karang taruna dengan kegiatan ekonomi produktif.

Karena dia melihat, potensi dan keberadaan karang taruna sebagai generasi muda di desa sangat strategis dan memiliki peran besar dalam mengembangkan potensi di desanya masing-masing. Melalui pelatihan kewirausahaan dan keterampilan teknis yang diberikan, tentu akan semakin mengoptimalkan keberadaan karang taruna di masa mendatang. (Bahar Ibnu H-45)

Sumber dari http://berita.suaramerdeka.com/